RESPON KEDELAI VARIETAS ANJASMORO TERHADAP APLIKASI KOMPOS BERBAHAN MOL RUMPUN BAMBU PADA LAHAN SUB-OPTIMAL

  • Nofrianil Nofrianil Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh
Keywords: MOL rumpun bambu, lahan kering, lahan rawa

Abstract

Pengembangan tanaman kedelai belum menjadi prioritas utama di Sumatera Barat, akan tetapi permintaan kedelai sebagai bahan pangan tinggi. Memenuhi permintaan produk kedelai maka budidaya kedelai dengan memanfaatkan lahan sub-optimal seperti lahan kering dan lahan rawa. Usaha ini mendukung pengadaan benih secara jalur benih antar lokasi antar musim (jabalsim). Budidaya lahan sub-optimal memiliki permasalahan kesuburan lahan dan ketersediaan air. Pemberian kompos berbahan MOL rumpun bambu diharapkan mengatasi permasalahan kondisi lahan sehingga produktivitas tanaman tercapai. Tujuan penelitian yaitu menguji pemberian MOL rumpun bambu dalam bentuk kompos memperbaiki kondisi lahan dan menggantikan fungsi dari pupuk buatan pabrik rekomendasi; mengukur produktivitas tanaman kedelai pada lahan kering dan lahan rawa. Penelitian telah dilaksanakan pada akhir musim hujan (Bulan Maret sampai Agustus 2016), pada dua lokasi yaitu lahan kering dan lahan rawa, berada di Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota. Pada setiap lokasi penelitian diberikan perlakuan dan rancangan percobaan yang sama. Aplikasi perlakuan pada tanaman kedelai Varietas Anjasmoro. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok lengkap (RAKL) dengan satu faktor dan tiga ulangan. Perlakuan berupa dosis MOL rumpun bambu dengan lima taraf perlakuan yaitu:  dosis 5 t/ha, dosis 10 t/ha, dosis 15 t/ha, dosis 20 t/ha dan kontrol berupa pupuk buatan pabrik sesuai rekomendasi. Parameter pengamatan berupa pertumbuhan dan produksi kedelai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kompos berbahan MOL rumpun bambu dapat memperbaiki kondisi lahan dan menggantikan fungsi dari pupuk buatan pabrik rekomendasi. Diperoleh dosis optimal kompos yaitu 15 t/ha berpengaruh nyata meningkatkan pertumbuhan dan produksi kedelai Varietas Anjasmoro dibandingkan kontrol, pada dua lokasi penelitian.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2019-02-28